Sedangkanbarang tidak habis pakai adalah barang keperluan kantor yang dapat dipergunakan dalam jangka waktu yang lama, contohnya seperti peralatan komputer, telepon, mesin fotokopi, printer dan peralatan mesin lainnya. Barang habis pakai direncanakan dengan urutan sebagai berikut: Menyusun daftar perlengkapan barang habis pakai yang PengadaanBarang Habis Pakal 1. Tujuan Prosedur ini ditetapkan untuk menjadi acuan dalam pengadaan bahan habis pakai yang bersifat rutin di Dinas Kominfo Sleman Lingkup prosedur meliputi identifikasi kebutuhan, penerimaan barang dan pengendalian barang Bahan habis pakai adalah semua barang yang digunakan secara rutin dan habis pada waktu LiPW. Sebutkan Prosedur Pengadaan Barang Tidak Habis Pakai – Pengadaan barang tidak habis pakai adalah proses pengadaan barang yang diperlukan untuk operasi bisnis atau tujuan lainnya. Proses pengadaan barang tidak habis pakai ini membutuhkan beberapa langkah yang harus dilakukan oleh pihak yang bertanggung jawab untuk pengadaan barang. Berikut adalah prosedur pengadaan barang tidak habis pakai yang harus dipatuhi 1. Tentukan jenis barang yang akan dibeli. Pembuat keputusan harus menentukan jenis barang yang akan dibeli, serta spesifikasi dan jumlah yang diinginkan. 2. Cari dan bandingkan harga. Setelah jenis barang dan spesifikasi yang tepat telah ditentukan, pengada harus melakukan pencarian untuk menemukan vendor yang tepat dengan harga yang sesuai. 3. Buat dokumen pengadaan. Setelah harga yang ditawar oleh vendor telah diputuskan, pengada harus membuat dokumen pengadaan yang akan diserahkan kepada vendor. Dokumen pengadaan ini harus mencakup deskripsi barang, ketersediaan barang, jumlah barang, harga dan lain-lain. 4. Proses pembayaran. Setelah dokumen pengadaan telah disetujui oleh kedua belah pihak, pembayaran harus dilakukan. Pembayaran dapat dilakukan dengan transfer bank, cek atau uang tunai. 5. Penerimaan dan verifikasi. Setelah pembayaran telah dilakukan, barang harus diterima dan diverifikasi untuk memastikan bahwa barang yang diterima sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. 6. Pemeriksaan. Barang harus diperiksa untuk memastikan bahwa tidak ada kerusakan atau kekurangan. 7. Penyimpanan. Setelah semua barang telah diverifikasi dan diterima, barang harus disimpan di tempat yang tepat untuk menghindari kerusakan atau kehilangan. Dengan mengikuti prosedur pengadaan barang tidak habis pakai di atas, diharapkan dapat membantu pihak yang bertanggung jawab untuk pengadaan barang untuk mencapai hasil yang lebih efektif dan efisien. Penjelasan Lengkap Sebutkan Prosedur Pengadaan Barang Tidak Habis Pakai1. Tentukan jenis barang yang akan dibeli. 2. Cari dan bandingkan harga. 3. Buat dokumen pengadaan. 4. Proses pembayaran. 5. Penerimaan dan verifikasi. 6. Pemeriksaan. 7. Penyimpanan. Penjelasan Lengkap Sebutkan Prosedur Pengadaan Barang Tidak Habis Pakai 1. Tentukan jenis barang yang akan dibeli. Proses pengadaan barang tidak habis pakai adalah salah satu proses penting yang terlibat dalam kegiatan pengadaan dan pengelolaan barang. Proses ini mencakup berbagai tahapan seperti identifikasi, penentuan jenis barang, pengajuan permintaan, peninjauan, pengadaan, pengiriman, penerimaan, pembayaran, dan pengawasan perkembangan. Tahap pertama dalam proses pengadaan barang tidak habis pakai adalah menentukan jenis barang yang akan dibeli. Ini merupakan tahap penting dari proses pengadaan karena dapat membantu memastikan bahwa barang yang dibeli sesuai dengan kebutuhan organisasi. Proses ini melibatkan pengidentifikasian dan analisis kebutuhan organisasi, sehingga Anda dapat memilih jenis barang yang tepat untuk memenuhi kebutuhan. Untuk menentukan jenis barang yang akan dibeli, pertama-tama organisasi harus mengidentifikasi dan mengklasifikasikan kebutuhan organisasi. Ini bisa melibatkan mengidentifikasi dan meninjau semua dokumen yang berhubungan dengan kebutuhan organisasi, seperti spesifikasi produk, standar industri, kebutuhan hukum, dan lainnya. Setelah mengidentifikasi dan mengklasifikasikan kebutuhan organisasi, maka organisasi harus mengidentifikasi jenis barang yang akan dibeli, dengan mempertimbangkan jenis barang, jumlah, spesifikasi, dan harga. Setelah jenis barang yang akan dibeli telah ditentukan, organisasi harus meninjau dan membandingkan barang yang ada di pasar, sebelum memutuskan untuk membeli. Ini dapat melibatkan membandingkan jenis barang, spesifikasi, harga, dan layanan yang ditawarkan oleh berbagai vendor. Setelah membandingkan, organisasi harus menentukan vendor yang akan diajak bekerjasama, berdasarkan kualitas barang dan layanan yang ditawarkan. Proses pengadaan barang tidak habis pakai adalah tahapan penting yang terlibat dalam pengadaan dan pengelolaan barang. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa proses ini dilakukan dengan benar, dengan memastikan bahwa jenis barang yang akan dibeli telah ditentukan dan divalidasi dengan benar. Dengan demikian, organisasi dapat memastikan bahwa barang yang dibeli sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, dan dapat memenuhi kebutuhan organisasi. 2. Cari dan bandingkan harga. 2. Cari dan bandingkan harga. Setelah melakukan proses perencanaan dan penetapan pengadaan barang tidak habis pakai, langkah selanjutnya adalah mencari dan membandingkan harga. Dalam proses ini, pembeli harus mencari alternatif harga dan kualitas dari suplier yang berbeda. Perbedaan harga yang ditawarkan oleh suplier dapat ditentukan melalui survei harga. Survei harga ini dapat dilakukan melalui beberapa cara, yaitu melalui telepon, email, pesan singkat, atau bertemu langsung dengan suplier. Selain membandingkan harga, pembeli juga harus mempertimbangkan kualitas barang yang diberikan oleh suplier. Pembeli harus meminta informasi tentang kualitas barang yang diberikan oleh suplier, seperti informasi spesifikasi, jaminan, garansi, dan lain-lain. Pembeli juga harus memahami bahwa harga yang lebih tinggi mungkin merupakan salah satu kompensasi dari pelayanan yang lebih baik. Oleh karena itu, pembeli harus memastikan bahwa suplier yang dipilih memiliki kualitas barang yang sesuai dengan standar. Selain itu, pembeli juga harus memahami bahwa harga yang diberikan oleh suplier dapat berubah karena beberapa alasan. Oleh karena itu, pembeli harus meminta informasi tentang harga yang berlaku saat pengadaan barang. Hal ini akan memastikan bahwa pembeli tidak akan mengeluarkan biaya yang lebih tinggi dari yang diantisipasi. Setelah membandingkan harga dan memastikan bahwa harga yang diberikan oleh suplier adalah harga yang kompetitif, pembeli dapat membuat keputusan tentang suplier mana yang akan dipilih. Pembeli juga harus memastikan bahwa suplier yang dipilih memiliki reputasi yang baik dan dapat dipercaya. Pembeli juga harus memeriksa referensi dari suplier yang dipilih untuk memastikan bahwa suplier tersebut dapat melakukan pengiriman tepat waktu dan dapat memberikan produk yang berkualitas. Setelah semua proses di atas selesai, pembeli dapat membuat kontrak dengan suplier yang dipilih. Kontrak ini harus berisi informasi lengkap tentang harga, jangka waktu pengiriman, dan kondisi pembayaran. Kontrak ini harus juga mencakup klausul tentang jaminan dan garansi, serta alasan untuk pembatalan pemesanan. Dengan adanya kontrak ini, maka pembeli dapat memastikan bahwa pengadaan barang tidak habis pakai akan berjalan dengan lancar. 3. Buat dokumen pengadaan. Dokumen pengadaan adalah dokumen formal yang mencakup informasi tentang jenis barang yang akan dibeli, harga dan persyaratan kontrak. Dokumen ini juga mencakup informasi tentang jangka waktu penyelesaian, kondisi pembayaran, dan dokumen pendukung lainnya. Dokumen pengadaan ini merupakan bagian penting dari prosedur pengadaan barang tidak habis pakai. Dokumen pengadaan digunakan untuk mencatat semua informasi yang berkaitan dengan pengadaan barang, sehingga semua pihak dapat mengakses informasi tersebut untuk tujuan audit. Dokumen pengadaan dapat berupa Formulir Permintaan Barang, Contoh Surat Penawaran, Contoh Kontrak, dan dokumen lainnya. Formulir Permintaan Barang berisi informasi tentang jumlah barang yang harus dibeli, jenis barang, harga, jenis pembayaran, dan persyaratan penyerahan. Surat Penawaran berisi informasi tentang jenis barang yang akan dibeli, harga yang harus dibayar, jangka waktu penyerahan, kondisi pembayaran, dan syarat-syarat lainnya. Kontrak berisi informasi tentang jenis barang yang dibeli, jumlah barang yang akan dibeli, harga yang harus dibayar, jangka waktu penyerahan, dan syarat-syarat lainnya. Selain itu, dokumen pengadaan juga dapat berupa dokumen pendukung lainnya seperti spek kualitas barang yang akan dibeli, jaminan pembayaran, dan dokumen lainnya yang berkaitan dengan pengadaan barang. Dokumen pendukung ini diperlukan untuk menjamin bahwa persyaratan teknis dan kualitas barang yang dibeli sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam kontrak. Dokumen pengadaan dibuat dan ditandatangani oleh pembeli dan penjual sebelum barang dikirimkan. Dokumen ini juga harus ditandatangani oleh pihak yang berwenang dari masing-masing pihak dan disimpan sebagai bukti pengadaan barang. Dokumen pengadaan yang tepat dan lengkap dapat memastikan bahwa kualitas dan harga barang yang dibeli sesuai dengan kontrak. Ini juga memastikan bahwa semua pihak terikat oleh kontrak dan menerima kewajiban mereka. Dengan demikian, dokumen pengadaan merupakan bagian penting dari prosedur pengadaan barang tidak habis pakai. 4. Proses pembayaran. Proses pembayaran adalah bagian yang penting dalam prosedur pengadaan barang tidak habis pakai. Pembayaran berfungsi untuk menjamin bahwa barang yang telah dibeli akan diterima oleh pembeli dan dapat dipakai. Pembayaran juga menjaga hubungan antara pembeli dan penjual, dan memberi kedua belah pihak kepercayaan dan keyakinan bahwa semua transaksi yang berlangsung telah berjalan dengan lancar. Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk membayar dalam prosedur pengadaan barang tidak habis pakai, yang paling umum adalah melalui transfer bank dan cek. Transfer bank adalah cara yang paling populer untuk melakukan pembayaran karena mudah, cepat, dan aman. Dengan transfer bank, pembeli harus memberikan rincian rekening banknya kepada penjual, yang kemudian mengirimkan jumlah yang telah ditetapkan ke rekening pembeli. Pembeli akan menerima bukti pembayaran yang disimpan sebagai bukti bahwa pembayaran telah berhasil. Cek juga merupakan cara yang umum untuk melakukan pembayaran. Dalam hal ini, pembeli harus menulis cek terhadap penjual untuk jumlah yang telah ditentukan. Penjual akan menyimpan cek sebagai bukti pembayaran. Pembeli harus melakukan pembayaran sebelum cek dapat diverifikasi oleh bank. Setelah cek divalidasi, pembeli akan menerima bukti pembayaran. Selain transfer bank dan cek, pembayaran juga bisa dibuat melalui kartu kredit atau debit. Kartu kredit dan debit memungkinkan pembeli untuk melakukan pembayaran dengan cepat dan mudah. Pembeli hanya perlu memberikan informasi kartu kredit atau debitnya kepada penjual, dan penjual akan mengirimkan jumlah yang telah ditentukan ke kartu pembeli. Pembeli akan menerima bukti pembayaran melalui email atau SMS yang dikirimkan oleh penjual. Pembayaran adalah bagian yang penting dalam prosedur pengadaan barang tidak habis pakai. Pembayaran bertujuan untuk menjamin bahwa barang yang telah dibeli akan diterima oleh pembeli dan dapat dipakai. Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk membayar, yaitu transfer bank, cek, kartu kredit, dan debit. Setelah pembayaran berhasil dilakukan, pembeli akan menerima bukti pembayaran yang disimpan sebagai bukti bahwa pembayaran telah berhasil. 5. Penerimaan dan verifikasi. Penerimaan dan verifikasi adalah proses penting dalam prosedur pengadaan barang tidak habis pakai. Proses ini memastikan bahwa barang yang diterima sesuai dengan spesifikasi yang diminta dan telah ditetapkan dalam kontrak. Setelah barang telah tiba, pihak yang menerima harus memeriksa dokumen-dokumen pengirimannya untuk memastikan bahwa semua barang yang dipesan datang secara tepat waktu dan dalam keadaan baik. Selanjutnya, pihak yang menerima harus memeriksa barang secara fisik untuk memastikan bahwa semua barang yang diterima sesuai dengan spesifikasi yang diminta. Jika ada barang yang rusak atau tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan, pihak yang menerima harus menolak barang tersebut dan menyampaikan informasi ini kepada pihak pengirim. Selanjutnya, pihak yang menerima harus mengisi dan menandatangani formulir penerimaan yang menyertakan daftar item yang diterima, jumlah, dan kondisi. Setelah semua dokumen tersebut telah diselesaikan, pihak pengirim harus memastikan bahwa semua dokumen yang dibutuhkan telah diterima dan telah divalidasi. Selain itu, pihak yang menerima juga harus memverifikasi bahwa semua barang yang diterima sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan dalam kontrak. Hal ini penting untuk memastikan bahwa produsen atau pemasok memenuhi semua syarat dan ketentuan yang telah ditentukan dalam kontrak. Setelah semua barang yang diterima telah diverifikasi dan diterima, pihak yang menerima harus menyelesaikan proses pembayaran sesuai dengan ketentuan dan jadwal yang telah ditetapkan. Proses ini akan menjamin bahwa pihak pengirim telah memenuhi semua persyaratan kontrak dan pihak penerima telah menerima produk yang sesuai dengan spesifikasi yang diminta. Penerimaan dan verifikasi merupakan salah satu proses penting dalam prosedur pengadaan barang tidak habis pakai. Proses ini memastikan bahwa barang yang diterima sesuai dengan spesifikasi yang diminta, dan pembayaran telah dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Dengan demikian, proses ini memungkinkan pihak yang menerima untuk memastikan bahwa pemasok memenuhi semua persyaratan kontrak dan pihak penerima menerima produk yang sesuai dengan spesifikasi yang diminta. 6. Pemeriksaan. Pemeriksaan adalah tahap akhir dalam prosedur pengadaan barang tidak habis pakai. Pemeriksaan ini berfungsi untuk memastikan bahwa semua barang yang telah dibeli telah diterima dengan baik dan sesuai dengan persyaratan yang telah disepakati. Tahap ini penting untuk memastikan bahwa barang yang dibeli menjaga kualitas, fungsi, dan kesesuaian dengan rencana yang telah ditetapkan. Pemeriksaan juga bertujuan untuk memastikan bahwa barang yang dibeli benar-benar sesuai dengan deskripsi spesifikasi yang telah ditentukan sebelumnya. Pemeriksaan ini harus dilakukan oleh orang yang kompeten dan ahli. Dalam beberapa kasus, pemeriksaan dapat dilakukan oleh pembeli atau pembeli mungkin mempekerjakan spesialis untuk melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan ini harus mencakup semua item yang dibeli. Jika ada item yang tidak diterima, pembeli harus mengabaikan penerimaan dan meminta penyerahan ulang. Selain itu, pemeriksaan juga harus melibatkan pengecekan fisik atas barang yang dibeli. Pengecekan fisik dapat mencakup hal-hal seperti kecukupan, kualitas, dan kecocokan. Pengecekan fisik ini harus dilakukan oleh pihak yang ahli dan kompeten. Selain itu, pemeriksaan juga harus melibatkan pengujian fungsional untuk memastikan bahwa barang yang dibeli memiliki fungsi yang diharapkan. Setelah proses pemeriksaan selesai, semua barang yang diterima harus dicatat dalam laporan pemeriksaan. Laporan pemeriksaan ini berisi rincian item yang diterima, jumlah, dan kualitas. Ini juga harus mencakup informasi tentang kondisi fisik dan fungsional dari barang yang dibeli. Laporan pemeriksaan ini harus disetujui oleh pembeli dan diserahkan kepada penjual sebagai bukti bahwa barang yang dibeli telah diterima dengan baik dan sesuai dengan persyaratan yang telah disepakati. Pemeriksaan yang teliti dan tepat waktu sangat penting untuk mencegah pembelian barang yang tidak sesuai dan menjamin bahwa barang yang dibeli memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Ini juga akan memastikan bahwa pembeli mendapatkan nilai yang tepat untuk uang yang dibelanjakan. Selain itu, pemeriksaan yang tepat waktu juga membantu untuk memastikan bahwa pembangunan operasi berjalan lancar dan efisien. 7. Penyimpanan. Penyimpanan adalah langkah terakhir dalam proses pengadaan barang tidak habis pakai. Hal ini penting karena memastikan bahwa barang-barang yang telah dibeli telah diterima secara benar dan tersimpan dengan aman. Penyimpanan juga memastikan bahwa semua barang yang dibeli dapat digunakan dan tersedia ketika dibutuhkan. Penyimpanan barang yang tidak habis pakai harus memenuhi standar tertentu. Umumnya, barang-barang harus disimpan dalam ruangan yang kering, bersih, dan aman. Ruangan tersebut harus memiliki persyaratan khusus seperti temperatur yang konstan, udara bersih, dan penerangan yang cukup. Penyimpanan yang tepat juga akan meminimalkan risiko kerusakan yang disebabkan oleh kondisi yang tidak cocok. Selain itu, barang-barang yang telah dibeli harus diklasifikasikan dengan benar. Artinya, barang-barang harus diklasifikasikan berdasarkan jenis, ukuran, warna, dan lain-lain. Hal ini penting untuk memastikan bahwa barang-barang yang telah dibeli dapat mudah ditemukan ketika diperlukan. Selain itu, setiap barang juga harus diberi label yang menunjukkan deskripsi, tanggal pembelian, dan informasi lain yang berkaitan. Label ini akan membantu dalam mengidentifikasi barang-barang yang telah dibeli dan memastikan bahwa mereka dapat dengan mudah ditemukan. Selain itu, barang-barang yang telah dibeli harus dipantau secara teratur untuk memastikan bahwa mereka masih dalam kondisi yang baik. Hal ini penting untuk memastikan bahwa barang-barang tersebut dapat digunakan dengan aman. Jika barang-barang tersebut rusak atau tidak layak digunakan, mereka harus segera diganti atau diperbaiki. Kesimpulannya, penyimpanan barang tidak habis pakai adalah bagian penting dari proses pengadaan. Proses ini perlu dilakukan dengan benar untuk memastikan bahwa barang-barang yang telah dibeli tersimpan dengan aman, mudah ditemukan, dan dapat digunakan dengan aman.

sebutkan prosedur pengadaan barang tidak habis pakai