Pinagaling ni Jesus ang Sampung Ketongin. 11 Umahon si Jesus patungong Jerusalem. Nangyari na siya ay dumaan sa gitna ng Samaria at Galilea. 12 Sa kaniyang pagpasok sa isang nayon,sinalubong siya ng sampung lalaking may ketong. Ang mga ito ay nakatayo sa malayo. 13 Nilakasan nila ang kanilang tinig at kanilang sinabi: Guro, kahabagan mo kami.
AyatAlkitab: FILIPI 3:1-16 Kebenaran yang sejati 3:1 Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah dalam Tuhan. (3-1b) Menuliskan hal ini lagi kepadamu tidaklah berat bagiku dan memberi kepastian kepadamu. 3:2 Hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu, 3:3 karena
Tafsiran Kitab Wahyu Adalah Sebuah Ulasan Tentang Seluk Beluk Kitab Wahyu Yang Bertujuan Memberi Pengertian, Maksud Dan Tujuan Tuhan Menurunkan Kitab Ini Melalui Rasul Yohanes.
Dalam Injil Lukas dicatat bahwa murid-murid tidak menggunakan sabit maupun alat lain, melainkan "menggisarnya dengan tangannya". Ayat 38 Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: "Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu." (TB)
Excavation of the biblical text on the story of Luke 17:11-19 becomes the basis or pattern for compiling its In modern times the understanding of the phrase glorifying God has been reduced to only spiritual and church activities or actions.
Teks -- Lukas 6:17-19 (TB) Tampilkan Strong. Konteks. Yesus mengajar dan menyembuhkan banyak orang. 6:17 Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. 6:18
10For the Son of Man came to seek and to save the lost.”. 11 While they were listening to this, he went on to tell them a parable, because he was near Jerusalem and the people thought that the kingdom of God was going to appear at once. 12 He said: “A man of noble birth went to a distant country to have himself appointed king and then to
Berikutmerupakan 7 Ayat Alkitab tentang Kenaikan Isa Almasih yang menjadi bukti bahwa Yesus Kristus betul-betul diangkat ke surga! 1. Kenaikan Isa Almasih dari Injil Markus. Injil Markus secara gamblang menyatakan bahwa Yesus naik ke surga. Markus mencatat bahwa sesudah Yesus menyampaikan pesan-pesan terakhir kepada murid-murid-Nya, Yesus
19Kepada pelayan itu raja itu berkata, ‘Kau akan menjadi penguasa atas lima kota.’. 20 Pelayan yang lain datang dan berkata, ‘Tuan, ini uang Tuan; saya menyimpannya dalam sapu tangan. 21 Saya takut kepada Tuan, sebab Tuan orang yang keras. Tuan mengambil apa yang bukan kepunyaan Tuan, dan Tuan memungut hasil di tempat yang tidak ditanami
Edit RENUNGAN HARIAN. Mengapa Sulit Untuk Bersyukur? Bacaan: Lukas 17:11-19. “Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.
2. Perubahan hidup sebagai bukti status yang baru (Lukas 19:6-10) Penjelasan. Saudara-saudara, saat Yesus berkata, “Zakheus, turunlah!”, tentu Zakheus tidak menolak, dari atas pohon ia melihat dan mendengar, “Wow, Yesus memanggilku” Tentu saja dengan kegirangan dan antusias, ia mengiyakan ajakan Yesus.
Lukas 19:11-27. 19:11 Untuk mereka yang mendengarkan Dia di situ, Yesus melanjutkan perkataan-Nya dengan suatu perumpamaan, sebab Ia sudah dekat Yerusalem dan mereka menyangka, bahwa Kerajaan Allah e akan segera kelihatan. f 19:12 Maka Ia berkata: "Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ
Lukas 19:11-28. 19:11 Untuk mereka yang mendengarkan Dia di situ, Yesus melanjutkan perkataan-Nya dengan suatu perumpamaan, sebab Ia sudah dekat Yerusalem dan mereka menyangka, bahwa Kerajaan Allah e akan segera kelihatan. f 19:12 Maka Ia berkata: "Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ
Lukas 11:27 TB. Ketika Yesus masih berbicara, berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak dan berkata kepada-Nya: ”Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau.”
Tampaknyasetidaknya ada tiga alasan utama mengapa Paulus mengirimkan surat kepada orang Roma: (1) Untuk bersiap bagi kedatangan masa depannya di Roma. Selama bertahun-tahun Paulus berkeinginan untuk mengkhotbahkan Injil di Roma (lihat Kisah Para Rasul 19:21; Roma 1:15; 15:23 ). Dia juga berharap Gereja di Roma akan berfungsi sebagai dasar dari
a9oYA. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. gambar Dibanding penulis kitab Injil yang lain Matius, Markus dan Yohanes, maka penulis Injil Lukas lah yang memberikan perhatian sangat besar terhadap orang Samaria. Misalnya cerita indah yang dicatat Lukas mengenai orang Samaria yang baik hati Lukas 1030-37; selanjutnya, kisah orang Samaria yang disembuhkan Tuhan Yesus karena kusta Lukas 1711-19. Bahkan Yesus mengutus murid-murid-Nya untuk bermisi ke Samaria juga dicacat oleh Lukas Lukas 952-53. Meskipun misi itu ditolak oleh orang Samaria. Ketika Yesus menyuruh para pengikut-Nya untuk menjadi saksi-Nya di Yerusalem dan di seluruh Yudea, maka tidak ada masalah sejauh itu. Tetapi ketika Yesus menambahkan Samaria, tentu sangat mengherankan bagi pengikut-Nya yang berasal dari Yahudi. Hal ini tentu sangat asing bagi orang Yahudi, karena bagai mana pun orang Samaria tetap dianggap bangsa kafir, rendah, berdosa, tidak bermoral dan bahkan dianggap anjing Lht. Markus 727-28 dan Matius 1525-26. Mengapa bisa demikian? Untuk menjawab pertanyaan di atas, maka ada baiknya kita melihat latar belakang kota Samaria, terutama dalam bidang keagamaan. Samaria adalah ibu kota Israel Utara. Sebelum ditaklukan Asyur tahun 722 SM, Israel Utara telah hidup bersinkretisme atau menyembah dewa bangsa-bangsa sekitarnya, seperti bangsa Hamat, Arabia bagian selatan, dan Asyur. Kerja sama dalam bidang politik dan ekonomi adalah menjadi sarana yang tepat mengenai masuknya penyembahan berhala di ibu kota Israel Utara Samaria. Bahkan praktik penyembahan berhala juga mereka lakukan di dalam Bait Suci di Betel. Misalnya menyembah dewa Molokh dewa sembahan bani Amon, yang kepadanya mereka mempersembahkan kurban berupa anak sulung manusia. Selanjutnya, setelah ditaklukan kerajaan Asyur, kehidupan keagamaan Israel Utara semakin bobrok, yaitu mereka menyembah dewi Asheradan dewi-dewi sembahan Asyur lainnya. Kawin campur pun tak terhindarkan setelah mereka hidup berbaur atau bergaul dengan orang-orang Asyur. Selanjutnya, mereka juga menyembah dewa Baal, yaitu dewa kesuburan orang Kanaan. Demikianlah konteks keagamaan di Samaria saat itu. Itulah sebabnya, penduduk Samaria dipandang rendah, dianggap bangsa tak ber-Tuhan dan dicap sebagai bangsa kafir, berdosa, terpinggirkan, dan terhina. Alasan yang tidak kalah kuatnya atas anggapan di atas adalah masalah masalah kawin campur. Kawin campur dengan bangsa non-Israel adalah sama artinya dengan menodai kemurnian mereka sebagai umat Israel dan bangsa pilihan Allah. Selain itu, kawin campur juga sama artinya dengan menukar Allah Yang Esa dengan dewa-dewa sembahan bangsa non-Israel. Itulah konsep pemikiran yang ditanamkan orang Israel, yang masih menganggap dirinya murni, belum ternodai, tidak pernah melakukan kawin campur dengan wanita bangsa-bangsa non-Israel. Konsep pemikiran seperti yang dijelaskan di atas tetap menjadi warisan yang tak terhapuskan hingga pada jaman kehidupan Yesus. Itulah sebabnya, orang Samaria dalam teks Lukas 1711-19 yang disembuhkan Yesus disebut sebagai orang asing. Label ini mengindikasikan bahwa pada saat itu penduduk kota Samaria tetap tidak dianggap sebagai bangsa yang kasihi oleh Tuhan. Tetapi justru tetap dipandang sebelah mata, yakni sebagai bangsa yang tidak beriman, kafir, sesat dan tidak ber-Tuhan. Penduduk kota Samaria seolah-olah tidak pernah diberikan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan dan kejahatan-kejahatan yang mereka lakukan di masa lalu. Secara tidak langsung bangsa Israel mengatakan “kami orang saleh, suci, tidak berdosa, umat pilihan Allah, sedangkan kalian, sampai kapan pun tetap sebagai umat berdosa dan tidak ber-Tuhan”. Bahkan penulis Injil Yohanes mengatakan, bahwa orang Israel tidak pernah bergaul dengan orang Samaria Yoh. 41-42.Sungguh pemikiran yang sempit, angkuh, sombong dan picik. Itulah sebabnya, Lukas mengemukakan kebaikan-kebaikan yang dilakukan oleh orang Samaria, yang selama ini ditutup-tutupi. Secara tidak langsung, Lukas ingin mengatakan bahwa Tuhan saja memberikan kesempatan kepada mereka yang bertekat menyesali dan memperbaiki kelakuan dan sikapnya yang jahat. Tapi mengapa, sesama manusia justru justru kejamnya melebihi Tuhan? Pernyataan-pernyataan memang patut diajungi dua jempol. Lukas begitu demokratis dan sangat terbuka menyatakan bahwa kebaikan itu justru datang dari pikah, yang selama ini dipandang hina dan kafir. Lukas melihat, bahwa kehadiran Yesus ternyata berusaha menghapuskan pemikiran yang keliru itu, yang selama ini dipermanenkan oleh orang-orang Yahudi. Yesus telah merobohkan tembok pemisah antara Yahudi dan Samaria. Apa yang dilakukan Yesus ternyata memperihatkan bahwa Dia sangat mencintai persatuan, dan sekaligus untuk menyatakan bahwa Tuhan mengasihi semua manusia tanpa terkecuali. Itulah juga yang mau diperlihatkan oleh Lukas 1711-19. Perhatikan kata “perbatasan” pada ayat 11! Ini memperlihatkan, bahwa perbatasan itu sengaja dibangun untuk memisahkan pihak orang yang SUCI dan yang BERDOSA, yang KAFIR dan yang BERTUHAN dan seterusnya. Dengan kata lain, yang Israel, yang suci dan ber-Tuhan tidak boleh memasuki daerah atau kota orang berdosa dan kafir Samaria, karena haram hukumnya. Tetapi Yesus justru melakukan perbuatan yang dipandang haram oleh orang Yahudi. Perhatikan kalimat “Ketika Ia Yesus memasuki suatu desa datanglah orang kusta menemui Dia” ayat 12. Kalimat di atas memberitahukan kepada kita, bahwa desa yang tidak disebutkan namanya itu kemungkinan sengaja dibangun khusus sebagai tempat tinggal untuk orang-orang yang terkena penyakit kusta. Itulah sebabnya, desa itu dikatakan terletak di perbatasan antara Samaria dan Galilea. Artinya, entah itu orang dari Samaria atau dari Yerusalem, Galilea dst, diisolasi di desa tersebut. Karena penyakit kusta adalah penyakit menular, maka mereka berdiri agak jauh dari Yesus lih. ayat 13. Seruan mereka meminta belas kasihan dari Yesus memperlihatkan, betapa tersiksanya mereka, apalagi tidak dianggap oleh keluarga dan tidak pernah dikasihi, diobati, dan dibawa ke tabib oleh saudara-saudaranya. Kecuali setelah mereka sembuh baru boleh pulang ke rumah masing-masing. Kemungkinan yang sembilan orang itu langsung pulang ke rumahnya masing-masing. Mereka lupa, bahwa mereka telah disembuhkan oleh Yesus. Pertanyaannya, apakah Yesus tidak tahu, bahwa mereka akan pulang setelah disembuhkan, sehingga hanya orang Samaria lah yang harus mengucap syukur? Saya yakin sepenuhnya bahwa Yesus tahu hal itu. Tetapi mengapa Yesus masih menyembuhkan mereka? Jawabannya HANYA KARENA KASIH. Perhatikan kata “memandang” pada ayat 14! Dalam bahasa aslinya Yunani mengunakan kata “eido” bentuk imperatif perintah! Artinya, Yesus tidak hanya melihat kemudian membiarkan, tetapi melihat dengan penuh belaskasihan dan harus menyembuhkan mereka. Kemungkinan yang sembilan orang itu adalah orang Yahudi. Itulah sebabnya Yesus menyuruh mereka memperlihatkan apa yang telah mereka alami kepada imam-imam. Tetapi, setelah sembuh ternyata mereka lupa pada Yesus dan tidak mengucap syukur pada Tuhan. Dan justru orang yang dianggap hina yang ingat bahwa dirinya harus mengucap syukur pada Yesus. Ucapan syukur dari yang hina itu diperlihatkan secara gamblang pada ayat 15-16. Dikatakan demikian dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang “memuliakan Allah dengan suara nyaring” pada ayat 15 memperlihatkan, betapa bahagianya ketika ia telah sembuh, dan kata “tersungkur” pada ayat 16 untuk memperlihatkan betapa tulusnya ucapan syukur yang dia panjatkan kepada Allah. Melihat kesungguhan dan ketulusan ucapan syukur itu, maka Yesus mengatakan Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau ayat 19. Sungguh ucapan syukur yang begitu tulus dan mulia. Meskipun dipandang hina dan kafir atau tidak ber-Tuhan, oleh mereka yang menganggap dirinya benar, kudus dan ber-Tuhan, tetapi melalui peristiwa itu, Yesus memperlihatkan betapa Allah melihat hati yang tulus dan penuh kerendahan hati untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan di masa lalu. Tetapi serenmtak dengan itu, Yesus memperlihatkan, bahwa orang Samaria juga dikasihi oleh Allah. Maka alangkah memalukannya hal itu bagi orang Israel ketika Yesus mengatakan, bahwa yang sembilan orang itu tidak memuliakan Allah baca ayat 17-18. Perhatikan kalimat tanya Yesus berikut Di manakah yang sembilan orang itu? Secara tidak langsung, Yesus ingin mengatakan di mana letak kesucian kalian sebagai umat pilihan Allah? Kemudian Yesus meneruskan perkataannya dengan nada yang lebih tegas demikian Tidak adakah mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?. Secara tidak langsung, Yesus ingin mengatakan bahwa mengapa kalian yang kudus, yang tidak berdosa, dan menganggap diri ber-Tuhan, tetapi justru tidak memperlihatkan bahwa hidup kalian ber-Tuhan? Dengan kata lain, jika mereka adalah umat ber-Tuhan, tetapi mengapa mereka tidak mengucap syukur pada Tuhan, tetapi justru mengabaikannya? Melainkan orang yang dianggap hina, kafir, asing, dan tidak ber-Tuhan orang Samaria yang mengucap syukur. Kalimat itu pasti sangat menyakitkan, memukul dan memalukan bagi orang Yahudi yang mendengarnya saat itu. Maka, harus diakui bahwa itu adalah salah satu alasan mengapa Yesus sangat dibenci oleh orang Yahudi, dan punyak kebencian itu terbukti ketika Yesus diSalibkan. Jika kita merefleksikan teks di atas dalam kehidupan kita sehari-hari, bukankah pemikiran yang sama dengan pemikiran orang Yahudi yang sering kita pelihara dan agung-agungkan? Kita cenderung menganggap diri kitalah orang yang paling suci, kudus, ber-Tuhan dan telah diselamatkan oleh Tuhan Yesus, dan kita menklaim bahwa kita pasti masuk surga. Mereka yang beragama lain kita anggap kafir, berdosa, tidak ber-Tuhan dan pasti menjadi penghuni neraka. Pernyataan yang sangat sombong, arogan, angkuh, picik dan sempit. Bahkan tidak jarang sesama warga gereja pun kita sering menghakimi sesama kita sebagai pendosa orang yang berdosa dan terus-menerus melakukan dosa, tetapi kita lupa bahwa diri kita masih manusia dan bukan Tuhan. Kita cenderung melihat seberapa besar dosa orang lain dibandingkan melihat seberapa besar dosa yang ada di dalam diri kita. Perkataan dan perbuatan-perbuatan kita tidak menunjukan bahwa kita adalah orang ber-Tuhan. Demikian juga dalam ucapan syukur, yaitu justru mereka yang kita anggap tidak ber-Tuhan yang rajin mengucap syukur pada Tuhan. Sementara kita lebih mengikuti apa yang dilakukan oleh yang sembilan orang tadi, yaitu lupa dan bahkan tidak mau bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan dan lakukan dalam hidup kita. Jika sikap itu yang kita pelihara, maka kita harus belajar dari orang Samaria, yang hina dan dianggap berdosa, tetapi memperlihatkan bahwa dirinya adalah orang yang beriman kepada Tuhan. Lihat Catatan Selengkapnya
GambarTwo leperous men kneeling before Christ. The men are extending their arms and beseeching the Lord to heal them. Christ, with His arm raised, stands before them. A crowd of several men are approaching from behind Christ. Saat bepergian dari Galilea ke Yerusalem, Yesus menyembuhkan sepuluh penderita kusta. Hanya satu dari mereka yang telah disembuhkan kembali untuk berterima kasih kepada Yesus. Pelajaran ini dapat membantu Anda merasakan dan menyatakan rasa syukur kepada Bapa Surgawi, Yesus Kristus, dan lainnya. Mengajak siswa untuk membaca dengan saksama. Membaca dengan saksama dapat membantu siswa mengenali detail penting dan membayangkan apa yang sedang terjadi. Ini dapat membantu siswa membangun pemahaman dasar mereka tentang tulisan suci, mengidentifikasi asas dengan lebih baik, dan mengaitkan tulisan suci dengan kehidupan mereka sendiri. Persiapan siswa Ajaklah siswa untuk datang siap untuk berbagi pengalaman baru-baru ini saat mereka merasa bersyukur kepada Bapa Surgawi atau Yesus Kristus. Sebagai alternatif, siswa dapat membuat sebuah daftar yang mendeskripsikan apa yang telah diperbuat oleh Bapa Surgawi dan Yesus Kristus bagi mereka. Kemungkinan Kegiatan Pemelajaran Perasaan Anda saat ini tentang rasa syukur Untuk kegiatan berikut, pertimbangkan untuk mengajak siswa berbagi pengalaman mereka tentang rasa syukur sebelum menyelesaikan penilaian diri. Mungkin berguna untuk menampilkan penilaian diri tersebut untuk diperiksa dan direnungkan oleh siswa. Menggunakan kata-kata “biasanya,” “kadang-kadang,” atau “tidak pernah,” evaluasilah diri Anda sendiri dalam pernyataan-pernyataan berikut ini Saya merasa bersyukur untuk Bapa Surgawi, Yesus Kristus, dan lainnya. Saya mengekspresikan perasaan syukur saya. Mengekspresikan rasa syukur memiliki dampak positif dalam kehidupan saya. Sewaktu Anda melanjutkan penelaahan Anda, carilah bimbingan Roh Kudus untuk membantu Anda mengetahui bagaimana menunjukkan rasa syukur dapat memberkati kehidupan Anda. Kusta Apa yang Anda ketahui tentang penyakit kusta? Dengarkan dengan saksama tanggapan siswa, dan tambahkan yang mana pun dari informasi berikut ini untuk mengklarifikasi atau menambahkan apa yang siswa katakan. Kusta, lebih umum terjadi di zaman dahulu daripada sekarang, adalah penyakit kulit yang dapat berujung pada cacat fisik dan kematian. Di zaman Alkitab, penderita kusta dipisahkan dari masyarakat lainnya dan diminta untuk berseru “Najis!” untuk memperingatkan siapa pun yang mendekati mereka lihat Bible Dictionary, “ Leper ,” “ Leprosy ”. Apa kiranya perasaan dan pengalaman sehari-hari seorang penderita kusta di zaman Alkitab? Apa saja alasan mengapa remaja mungkin mengalami perasaan serupa di zaman kita? Bacalah Lukas 1711–14 , membayangkan dengan saksama apa yang Anda baca. Membaca dengan saksama, memperhatikan detail, dan membayangkan apa yang Anda baca dapat menuntun pada pengalaman yang lebih bermakna dalam menelaah tulisan membaca ayat-ayat ini, cobalah menjawab sebanyak mungkin dari lima pertanyaan berikut mengenai detail yang ada di Lukas 1711–14 semampu Anda tanpa merujuk pada tulisan suci. Pertimbangkan untuk menampilkan pertanyaan-pertanyaan berikut atau menyediakan selebaran berikut. Ajaklah siswa untuk bekerja berpasangan atau dalam kelompok kecil untuk mendiskusikan detail yang mereka ingat. GambarRead carefully and visualize Bacalah dengan saksama, dengan memperhatikan detail Seberapa dekat orang-orang kusta itu dengan Juruselamat? Apa yang diminta orang-orang kusta itu dari Juruselamat? Apa yang Juruselamat katakan kepada mereka? Berapa banyak dari orang-orang kusta itu yang beriman untuk melakukan apa yang diminta oleh Juruselamat? Apa yang sedang dilakukan orang-orang kusta itu ketika mereka disembuhkan? Bayangkan apa yang Anda baca Bayangkan diri Anda sendiri sebagai salah satu dari orang kusta yang ditahirkan. Seperti apa rasanya disembuhkan dari kusta? Bagaimana kiranya perasaan Anda? Menurut Anda mengapa penyembuhan dalam kisah ini terjadi “sementara mereka di tengah jalan”? ayat 14. Menurut Anda apa yang akan Anda lakukan saat Anda menyadari bahwa Juruselamat telah menyembuhkan Anda? Bacalah Lukas 1715–19 dengan saksama, terus berlatih membayangkan apa yang Anda baca dan mencari detail-detail penting. Apa saja detail dari ayat-ayat ini yang tampak paling penting bagi Anda? Apa yang Anda pelajari tentang menunjukkan rasa syukur dan berkat-berkat yang dibawanya? Apa yang kita pelajari mengenai Yesus Kristus dari tanggapan-Nya kepada satu orang yang kembali? Bapa Surgawi senang memberkati kita dan melakukannya dengan banyak cara. Dia juga mengutus Juruselamat Yesus Kristus dan memberkati anak-anak-Nya melalui Juruselamat. Satu kebenaran yang kita pelajari dari kisah ini adalah bahwa sewaktu kita menyatakan rasa syukur untuk berkat-berkat yang kita terima dari Bapa Surgawi dan Yesus Kristus, kita dapat diselamatkan. Mungkin bermanfaat untuk tahu bahwa jika orang kusta disembuhkan dari penyakit kusta, mereka diharuskan, di bawah Hukum Musa, untuk memperlihatkan diri mereka kepada imam agar dinyatakan tahir serta kembali ke rumah dan masyarakat mereka lihat Imamat 14. Kita tidak mengetahui alasan mengapa masing-masing dari kesembilan orang yang lain tidak kembali untuk berterima kasih. Mereka menunjukkan iman kepada Juruselamat, patuh, dan disembuhkan, namun Juruselamat berkata kepada yang satu yang kembali dan berterima kasih, yang adalah orang Samaria, bahwa imannya telah “menyelamatkannya” Lukas 1719. Apa kiranya perbedaan antara disembuhkan dari kusta dan diselamatkan? Apa yang Anda pelajari dari kisah ini yang dapat berdampak pada hubungan Anda dengan Juruselamat? Bagaimana membaca dengan saksama, memperhatikan detail, dan membayangkan ayat-ayat ini berdampak pada pengalaman belajar Anda? Bacalah pernyataan kenabian berikut, pertimbangkan bagaimana ajaran-ajaran tentang syukur ini berlaku bagi satu orang kusta tersebut dan bagi kehidupan Anda Thomas S. Monson mengajarkan GambarOfficial portrait of President Thomas S. Monson, 2008. Dengan tulus menyatakan terima kasih tidak saja menolong kita mengenali berkat-berkat kita, namun juga membuka pintu surga serta menolong kita merasakan kasih Allah. Thomas S. Monson, “Karunia Ilahi Rasa Syukur,” Ensign atau Liahona, November 2010, 87 Presiden Russell M. Nelson menekankan nilai dari merasa bersyukur kepada Tuhan. Saksikan video “President Russell M. Nelson on the Healing Power of Gratitude” dari kode waktu 342 hingga 428 atau bacalah teks di bawah ini. GambarOfficial portrait of President Thomas S. Monson, 2008. Selama sembilan setengah dekade kehidupan saya, saya telah menyimpulkan bahwa menghitung berkat-berkat kita adalah jauh lebih baik daripada menceritakan masalah-masalah kita. Apa pun situasi kita, memperlihatkan rasa syukur atas privilese kita adalah resep rohani yang berfungsi cepat dan tahan lama. Apakah rasa syukur membebaskan kita dari dukacita, kesedihan, nestapa, dan rasa sakit? Tidak, namun itu menenangkan perasaan kita. Itu memberi kita perspektif yang lebih besar mengenai tujuan utama dan sukacita kehidupan. “President Russell M. Nelson on the Healing Power of Gratitude,” Untuk membantu mengenali dan memperbaiki pernyataan rasa syukur Anda bagi Bapa Surgawi dan Yesus Kristus, salin bagan berikut ke dalam jurnal penelaahan Anda. Berkat-berkat yang telah saya terima dari Bapa Surgawi dan Yesus Kristus Cara-cara saya dapat menyatakan rasa syukur untuk berkat-berkat ini Bapa Surgawi dan Yesus Kristus telah memberkati Anda dengan cara-cara yang berarti dan pribadi. Renungkan berkat-berkat ini dengan saksama, dan tuliskan itu di kolom pertama. Mungkin bermanfaat untuk mengucapkan doa dalam hati meminta Bapa Surgawi untuk membantu Anda menyadari banyaknya cara Dia telah memberkati Anda. Lalu tuliskan beberapa cara di kolom kedua bagaimana Anda dapat memperlihatkan rasa syukur untuk berkat-berkat ini. Ayat-ayat berikut ini dapat membantu Anda memunculkan gagasan Mosia 220–22 ; Matius 2540 ; Filipi11–3 ; 1 Tawarikh 1629 . Bagaimana meluangkan waktu untuk merenungkan berkat-berkat ini secara pribadi berdampak terhadap diri Anda? Memeriksa daftar Anda mengenai cara-cara menyatakan rasa syukur, mana yang secara spesifik ingin Anda perbaiki atau mulai lakukan? Mengapa? Bagaimana Anda dapat memulai? Bantulah siswa berbagi tentang pengalaman mereka dari belajar dan menelaah hari ini. Pertimbangkan untuk memperkenankan mereka saling mengajar satu sama lain dengan berbagi daftar berkat mereka, cara menyatakan rasa syukur, serta gol-gol mereka untuk perbaikan dan penerapan. Bersaksilah, atau ajaklah seorang siswa untuk bersaksi, tentang kuasa dari menyatakan rasa syukur. Ulasan dan Informasi Latar Belakang Lukas 1714 . Apakah penting bahwa orang kusta yang kembali adalah orang Samaria? Orang Samaria adalah mereka yang tinggal di Samaria yang “agamanya adalah campuran kepercayaan dan praktik Yahudi dan kafir” lihat Penuntun bagi Tulisan Suci, “ Orang-Orang Samaria ”. Mereka sering dipandang rendah oleh kebanyakan orang Yahudi. Pikirkan mengapa Lukas menyebutkan bahwa orang kusta yang bersyukur adalah orang Samaria. Apa yang detail ini tambahkan pada pemahaman kita mengenai kisah ini? Apakah yang hal ini ajarkan kepada Anda tentang Juruselamat? Bagaimana rasa syukur berbeda dari mengucapkan terima kasih? Presiden David O. McKay mengajarkan tentang rasa syukur dan sikap berterima kasih GambarCrop of portrait of President David O. McKay wearing a dark blue suit and seated in a chair with his hands are clasped. Rasa syukur lebih dalam daripada ucapan terima kasih. Sikap berterima kasih adalah awal dari rasa syukur. Rasa syukur adalah penyempurnaan dari rasa terima kasih. Sikap berterima kasih mungkin terdiri dari perkataan semata. Rasa syukur ditunjukkan dalam tindakan. David O. McKay, “The Meaning of Thanksgiving [Makna dari Pemberian Ucapan Terima Kasih,” Improvement Era, November 1964, 914 Bagaimana rasa syukur dapat berdampak pada kehidupan saya? Video-video berikut menggambarkan dampak dari rasa syukur. Kegiatan Pemelajaran Tambahan Bandingkan dan kontraskan Untuk membantu siswa belajar lebih lanjut mengenai Yesus Kristus, ajaklah mereka untuk memeriksa persamaan dan perbedaan dari penyembuhan dalam Lukas 512–15 dan Lukas 1711–19 . Apa yang disorot dan diajarkan oleh kisah-kisah yang berbeda ini tentang Yesus Kristus? Penyataan rasa syukur Pertimbangkan mengajak siswa untuk menulis sepucuk surat kepada Bapa Surgawi mengekspresikan rasa syukur mereka atas berkat-berkat yang telah Dia berikan kepada mereka, khususnya melalui Putra-Nya, Yesus Kristus. Apa yang akan paling membantu untuk disertakan dalam surat ini? Apa kiranya perbedaan yang dihasilkan dari menulis surat ini? Siapa lagi yang Tuhan mungkin inginkan Anda jangkau dan nyatakan rasa syukur kepadanya?
Sempre em caminho para Jerusalém, Jesus passava pelos confins da Samaria e da 1711Comentário de Albert Barnes No meio da Samaria e da Galiléia – Ele partiu da Galiléia e provavelmente viajou pelas principais aldeias e cidades da cidade e depois a deixou; e como Samaria estava situada “entre” a Galiléia e Jerusalém, era necessário passar por ela; ou pode significar que ele passou nas margens de cada um em direção ao rio Jordão, e assim passou no meio, “ie entre” Galiléia e Samaria. Isso se torna mais provável pela circunstância de que, quando ele partiu da Galiléia, não teria havido ocasião para dizer que ele passou “por ela”, a menos que isso significasse através dos “limites” ou limites dela, ou pelo menos foram mencionados antes de de Joseph Benson Lucas 17 11-14 . Ele passou pelo meio da Samaria e da Galiléia – como Samaria ficava entre a Galiléia e a Judéia, e, portanto, nosso Senhor, viajando para Jerusalém, deve passar primeiro pela Galiléia e depois por Samaria, é perguntado por que aqui está dito que ele passou pelo meio da Samaria e da Galiléia. Para Grotius, Whitby, Campbell e alguns outros, responda que a expressão original, d?a µes?? saµa??a? ?a? ?a???a?a? , significa entre Samaria e Galiléia, ou através daquelas partes em que os dois países se uniram; ou através dos limites deles. Encontraram-no dez homens leprosos, que estavam distantes – Como os leprosos foram banidos das cidades, eles também foram obrigados a manter-se a distância das estradas que levavam a eles. Curiosidade, no entanto, ao ver os viajantes que passavam, ou, porventura, uma inclinação a implorar, levando esses dez para a via pública que lhes permitia chegar, eles espiaram a Jesus e clamaram, implorando-lhe ter pena deles e curá-los. Eles ouviram falar de alguns dos grandes milagres que ele havia realizado e o conheceram pessoalmente, tendo-o visto antes, ou imaginaram que talvez fosse ele pelas multidões que o seguiam. E ele disse Vão mostrar-se aos sacerdotes – Intimando que a cura que eles desejavam deve ser executada pelo caminho. E como eles foram – Em obediência à sua palavra; eles foram purificados – Nomeadamente, por seu poder de fazer maravilhas; cuja eficácia era frequentemente exercida sobre objetos à distância e sobre os que estavam de Bullinger aconteceu . Um hebraísmo. como Ele foi = como Ele estava Grego. pt. App-104. Seu caminho. para = até. Grego. eis. App-104. o meio de ou seja, entre eles. Galiléia . Veja de John Calvin Como, em uma ocasião anterior, Mateus e os outros dois evangelistas Mateus 8 1 ; Marcos 140 ; Lucas 512 relataram que um leproso havia sido purificado por Cristo, então Lucas menciona que o mesmo milagre de cura foi realizado em dez leprosos O objetivo desta narrativa, no entanto, é diferente; pois descreve a base e a incrível ingratidão da nação judaica, para impedir-nos de pensar que tantos favores de Cristo foram suprimidos e que muitas de suas maravilhosas obras foram enterradas entre elas. Também é acrescentada uma circunstância que aumenta muito a infâmia de seus crimes. Nosso Senhor havia curado nove judeus ainda assim nenhum deles agradeceu, mas, com o objetivo de anular a lembrança de sua doença, eles roubaram em particular. Apenas um homem – um samaritano – reconheceu sua obrigação para com Cristo. Há, portanto, por um lado, uma demonstração do poder divino de Cristo; e, por outro lado, uma reprovação da impiedade dos judeus, em conseqüência do que um milagre tão notável como este recebeu quase nenhuma de Adam Clarke Ele passou pelo meio da Samaria e da Galiléia – ele primeiro passou pela Galiléia, de onde partiu em sua jornada; e então através de Samaria, da qual é feita menção, Lucas 951 , Lucas 952 . Todos os que foram da Galiléia a Jerusalém devem ter necessariamente atravessado Samaria, a menos que tivessem ido para o oeste, um caminho muito grande. Portanto, João nos diz, João 4 4 , que quando Jesus deixou a Judéia para entrar na Galiléia, era necessário que ele passasse por Samaria; por essa razão clara, porque era o único caminho adequado. “É provável que nosso Senhor tenha partido de Cafarnaum, atravessou as aldeias remanescentes da Galiléia até Samaria e depois passou pelo pequeno país de Samaria, pregando e ensinando em todos os lugares e curando os doentes, como sempre.” de Spurgeon 1711 . E aconteceu que, quando ele foi a Jerusalém, passou pelo meio de Samaria e da Galiléia. Há apenas um em quem pensaremos esta noite, nosso divino Senhor, que estava a caminho de Jerusalém. Passando pelas fronteiras da Samaria e da Galiléia, ele tinha os judeus de um lado e os samaritanos do outro. Ele seguiu o caminho do meio, como se quisesse mostrar como estava subindo para a Nova Jerusalém, carregado de bênçãos para os judeus de um lado e para os gentios do outro. 1712 . E quando ele entrou em uma certa aldeia, encontrou-o dez homens que eram leprosos, Oh, a abundância de miséria humana que atingiu os olhos do Salvador “dez homens que eram leprosos”! Ontem eu estava lendo apenas o que aconteceu em Westminster, há muitos anos. Quando o rei seguiu pela estrada, havia uma multidão de leprosos pobres em ambos os lados da estrada, uma visão chocante para ver nesta nossa querida terra; e o rei, em sua terna misericórdia, simplesmente aprovou uma lei de que os leprosos não deveriam chegar perto da estrada novamente para enganchar sua graciosa majestade com sua miséria. Isso é tudo que ele tinha que fazer por eles; mas nosso glorioso rei tratou os leprosos de maneira muito diferente “Lá ele encontrou dez homens que eram leprosos”. 1712 . Que ficava longe A regra era que eles nunca deveriam entrar na via pública, ou perto da rodovia, para que a doença não fosse tomada por outros que pudessem se aproximar deles. 1713 . E eles levantaram suas vozes, Provavelmente não havia muitas vozes, pois a lepra seca a garganta, a voz é baixa e rouca, e quando os leprosos gritam “Imundo, imundo”, é um som terrivelmente triste, mas muito fraco. Esses dez leprosos levantaram suas vozes pobres. 1713 . E disse Jesus, Mestre, tende piedade de nós. Eles levantaram um grito claro e os dez tiveram que levantar a voz antes que pudessem ser bem ouvidos. 1714 . E quando ele os viu, Mesmo antes de ouvi-los, ele viu sua condição lamentável. 1714 . Ele lhes disse Ide vos apresentar aos sacerdotes. Isso é tudo o que Jesus disse aos leprosos “Ide a si mesmos aos sacerdotes.” Eles não deveriam ir aos sacerdotes até que estivessem limpos, pois os sacerdotes não podiam curá-los. Foi o homem curado que foi aos padres obter um certificado de que ele estava curado, e assim poderia se misturar na sociedade novamente. Foi uma mensagem estranha, então, que o Salvador deu a esses leprosos “Ide vós aos sacerdotes”. E oh, a fé desses homens! Com apenas essa casca de promessa, por assim dizer, eles a quebraram e encontraram uma promessa dentro dela, pois disseram a si mesmos “Ele não nos mandaria aos sacerdotes por nada; ele não zombaria de nossa miséria; ele deve querer nos curar ”e, portanto, foram embora. Uma grande fé isso! Você deve vir a Cristo antes de sentir alguma graça em você; você não deve esperar até sentir que está curado e depois procurá-lo. Venha exatamente como você é, sem nenhum senso de graça ou qualquer tipo de sentimento dentro de você que valha a pena ter. Venha exatamente como você é. 1714 . E aconteceu que, como eles foram, eles foram purificados. Como o pecador acredita, ele é salvo. Quando um homem começa a ir em direção ao Salvador, a graça do Salvador o encontra. 1715 . E um deles, quando viu que estava curado, Todos viram que foram curados e todos devem ter se sentido extremamente felizes. Oh, a felicidade de sentir o sangue quente esfriar, e a saúde completa tomando o lugar da languidez e das doenças! 1715 . Voltou-se e com uma voz alta glorificou a Deus. Este era um sinal claro de que ele estava curado, que tinha a voz de volta; a doença havia desaparecido tão completamente que o som, que parecia se esconder em sua garganta rouca, agora saiu claro e alto, como o toque de um sino. 1716 . E caiu de cara no chão, agradecendo Quando li estas palavras agora, pensei, é onde gostaria de estar, e é isso que gostaria de fazer, toda a minha vida, cair “aos pés dele, agradecendo-o”. 1716 . E ele era samaritano. Ah eu! nove das sementes de Israel eram ingratas, e apenas um pobre gentio marginalizado era grato ao Senhor pelo milagre de cura que havia sido realizado. Lucas 17 17-19 . E Jesus, respondendo, disse Não foram dez os limpos? mas onde estão os nove? Lá, não foram encontrados que voltaram para dar glória a Deus, salve este estranho. E ele lhe disse Levanta-te, vai-te; a tua fé te salvou. Que o Senhor Jesus fale assim com muitos pecadores leprosos e pobres aqui esta noite! “Levanta-te, segue o teu caminho; a tua fé te salvou.” Essa exposição consistia em leituras dos Salmos 113 e Lucas 17 11-19 .Referências CruzadasLucas 951 – Aproximando-se o tempo em que seria elevado ao céu, Jesus partiu resolutamente em direção a 44 – Era-lhe necessário passar por Samaria.
17Beberapa nasihat171-6 1 Mat. 186-7; Mrk. 942 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya ”Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. 2Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini. 3Mat. 1815 Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. 4Mat. 1822 Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.” 5Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan ”Tambahkanlah iman kami!” 6Jawab Tuhan ”Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.”Tuan dan hamba177-10 7”Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang Mari segera makan! 8Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum. 9Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya? 10Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.”Kesepuluh orang kusta1711-19 11Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. 12Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh 13dan berteriak ”Yesus, Guru, kasihanilah kami!” 14Im. 141-32 Lalu Ia memandang mereka dan berkata ”Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir. 15Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, 16lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria. 17Lalu Yesus berkata ”Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? 18Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?” 19Lalu Ia berkata kepada orang itu ”Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.”Kedatangan Kerajaan Allah1720-37Mat. 2423-28, 36-41 20Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya ”Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, 21juga orang tidak dapat mengatakan Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.” 22Dan Ia berkata kepada murid-murid-Nya ”Akan datang waktunya kamu ingin melihat satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu dan kamu tidak akan melihatnya. 23Dan orang akan berkata kepadamu Lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut. 24Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya. 25Tetapi Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini. 26Kej. 65-8 Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia 27Kej. 76-24 mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua. 28Kej. 1820–1925 Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. 29Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. 30Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya. 31Mat. 2417-18; Mrk. 1315-16 Barangsiapa pada hari itu sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali. 32Kej. 1926 Ingatlah akan isteri Lot! 33Mat. 1039, 1625; Mrk. 835; Luk. 924; Yoh. 1225 Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya. 34Aku berkata kepadamu Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. 35Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.”[36Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.] 37Kata mereka kepada Yesus ”Di mana, Tuhan?” Kata-Nya kepada mereka ”Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar.” Terjemahan Baru Bible © Indonesian Bible Society 1974, Selebihnya Tentang Alkitab Terjemahan Baru
lukas 17 ayat 11 19